TL;DR: Sumber kutipan AI search, yaitu halaman dan akun yang dicantumkan AI sebagai rujukan jawabannya (bukan sitasi karya ilmiah), berbeda di setiap platform. Pada pengukuran satu brand klien di Indonesia (10 prompt berbahasa Indonesia, 3 platform, 3 run, Oktober 2026), Perplexity paling banyak mengutip media pihak ketiga (56% URL), Google AI Mode paling banyak mengutip akun sosial (32% URL pada run pertama, dan dari 20 akun yang tercatat tidak satu pun akun resmi brand), dan ChatGPT hampir hanya mengutip halaman milik brand (14 dari 15 sumber). Brand yang hanya mengurus website dan pemberitaan media belum menggarap satu kelompok sumber yang ikut dibaca AI, tetapi ini gambaran awal dari satu brand, bukan peringkat final.
HELLOCHANDRA – ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Mode mengutip kelompok sumber yang berbeda ketika menjawab pertanyaan tentang brand yang sama. Itu temuan pengukuran terhadap satu brand klien di Indonesia pada Oktober 2026. Dari 20 akun sosial yang tercatat sebagai sumber kutipan, tidak satu pun adalah akun resmi brand.
Perplexity banyak merujuk pemberitaan media, Google AI Mode condong ke akun sosial milik pihak lain, dan ChatGPT hampir hanya memakai halaman brand sendiri. Dengan kata lain, kerja SEO di website, PR di media, dan pengelolaan akun resmi hanya menjangkau satu kelompok sumber per bidang, sementara kreator, kanal ulasan, dan akun penjual berada di luar kendali langsung.
Di perusahaan besar, SEO, PR, dan media sosial memang dapat berada dalam satu divisi, tetapi tiap spesialis tetap menggarap kanal dan ukuran yang berbeda, sehingga kelompok sumber di luar kendali langsung itu mudah luput dari pantauan. Tulisan ini memetakan sumber kutipan AI search di tiap platform, lalu menunjukkan batas data yang perlu diingat sebelum anggaran dipindahkan.
Apa yang Diukur, dan Seberapa Jauh Angkanya Bisa Dipercaya?
Angka di artikel ini berasal dari satu brand klien di Indonesia yang saya ukur pada Oktober 2026, memakai 10 prompt berbahasa Indonesia di tiga platform dengan tiga kali pengulangan, sehingga hasilnya hanya gambaran awal tentang sumber kutipan AI search, bukan peringkat final dan bukan potret seluruh pasar Indonesia.
Lima prompt menyebut nama brand dan lima adalah pertanyaan kategori umum. Platform yang diuji adalah Perplexity, Google AI Mode, dan ChatGPT. Saya memakai satu istilah kerja, yaitu kasus stabil: satu platform dan satu prompt yang menampilkan sebuah media di minimal dua dari tiga run. Kasus stabil hanya dihitung pada lima prompt yang menyebut nama brand, dan ini definisi untuk membaca data ini, bukan kerangka baru.
Apakah ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Mode Mengutip Sumber yang Sama?
Tidak, dan pada sampel ini perbedaannya besar: untuk lima prompt yang menyebut nama brand, Perplexity paling banyak mengutip media pihak ketiga, Google AI Mode paling banyak mengutip akun sosial, dan ChatGPT hampir hanya mengutip halaman milik brand.
| Platform | Total sumber (run 1) | Komposisi utama |
|---|---|---|
| Perplexity | 59 URL dari 24 domain | Media pihak ketiga 33 (56%), 22 di antaranya berita nasional. Halaman milik brand 25 (42%). |
| Google AI Mode | 44 URL dari 21 domain | Akun sosial 14 (32%), media 10 (23%), penjual atau toko online 6 (14%). |
| ChatGPT | 15 sumber dari 3 domain | 14 milik brand. Tidak ada media pihak ketiga di ketiga run. |
Perplexity menampilkan himpunan media yang hampir sama di ketiga run. Google AI Mode kurang bisa diprediksi, karena jumlah media berubah antar run (8, 10, lalu 7). Angka ChatGPT adalah batas bawah, karena run 2 dan 3 hanya mencatat nama situs. Data global dari Yotpo, yang berfokus pada brand ecommerce, menunjukkan arah serupa: Google AI Mode mengutip konten sosial dan UGC sekitar 14% dari sitasinya, dibanding sekitar 4% untuk ChatGPT dan Gemini, sementara ChatGPT dan Gemini mengarahkan lebih dari 75% sitasi ke situs brand. Yotpo adalah vendor ulasan pelanggan dengan kepentingan komersial, jadi baca arahnya, bukan angkanya.
Dari Mana Saja Sumber Itu Datang, dan Siapa yang Menggarapnya di Brand?
Sumber kutipan AI search pada sampel ini terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu halaman milik brand sendiri, pemberitaan media pihak ketiga, dan akun sosial milik pihak lain, dan kelompok ketiga berada di luar kendali langsung brand.
Kelompok 1: Halaman milik brand sendiri
Halaman pengumuman resmi brand dikutip di ketiga run pada 7 dari 12 kombinasi platform dan prompt (empat pertanyaan seputar produk di tiga platform). Paling konsisten di Perplexity (4 dari 4), lalu Google AI Mode (2 dari 4) dan ChatGPT (1 dari 4, batas bawah). Pengecualian yang paling instruktif adalah pertanyaan harga produk baru: Google AI Mode tidak mengutip halaman resmi di ketiga run dan mengarahkan ke halaman penjual. Harga dan tempat beli resmi perlu tertulis di tempat yang bisa dikutip, atau pihak lain akan mengisi kekosongan itu.
Arah serupa muncul di data global. Studi BuzzStream atas 4 juta sitasi AI (3.600 prompt, 10 industri) mencatat konten newsroom di domain milik perusahaan sebesar 18,15% sitasi ChatGPT, dibanding sekitar 3% di platform lain yang diuji. BuzzStream menjual alat digital PR, jadi baca sebagai arah. Temuan soal press release sindikasi dibahas di artikel press release dan AI search.
Kelompok 2: Pemberitaan media pihak ketiga, dengan dua daftar
Perplexity paling responsif terhadap pemberitaan: 33 dari 59 URL (56%) berasal dari media pihak ketiga. Media yang muncul berbeda menurut jenis pertanyaan, dan itulah poin utamanya, karena satu daftar media tidak cukup.
| Jenis pertanyaan | Media yang muncul (jumlah dari 5 prompt) | Catatan |
|---|---|---|
| Menyebut nama brand | detik.com (3), kompas.com (3), tribunnews.com (2), fortuneidn.com (2) | detik.com punya kasus stabil di dua platform. kompas.com punya kasus stabil hanya di Perplexity. |
| Kategori umum | mediaindonesia.com (4), viva.co.id (3), disway.id (3), suara.com (3), jawapos.com (2) | Hanya jumlah kemunculan. Stabilitas tidak dihitung untuk prompt kategori. |
Daftar ini bukan peringkat dan bukan daftar target pitching. Ini media yang muncul pada satu brand, satu bulan, dan tiga run, dan tidak ada bukti bahwa tayang di media tertentu membuat brand dikutip AI. ChatGPT tidak mengutip satu pun media pihak ketiga pada sampel ini, jadi daftar ini tidak berlaku untuk ChatGPT. Perbedaan antara sorotan media yang cepat terasa dan fondasi identitas yang lebih bertahan dibahas di artikel dua jalur agar brand direkomendasikan AI.
Kelompok 3: Akun sosial milik pihak lain
Google AI Mode paling bergantung pada kelompok ini: 14 dari 44 URL (32%) pada run pertama adalah akun sosial. Gabungan seluruh run mencatat 20 akun dari 21 URL: 11 kanal ulasan produk dan kreator Indonesia, 4 akun Instagram milik media berita nasional (detikcom, Kompas.com, CNBC Indonesia, dan Kontan), 3 kreator internasional, dan 2 akun penjual atau mitra. Tidak satu pun adalah akun resmi brand.
Dua hal layak dicatat. Pertama, yang dikutip adalah akun pihak lain, jadi kelompok ini dikelola lewat hubungan dengan kreator, media, dan penjual, bukan lewat jadwal posting brand. Kedua, dua dari empat media itu (detik.com dan kompas.com) juga masuk daftar media di Perplexity, sehingga satu hubungan media bisa muncul dua kali: sebagai situs dan sebagai akun Instagram. Jangan membaca angka 32% sebagai porsi sosial di seluruh AI search, karena itu hanya porsi pada satu platform untuk lima prompt di sampel ini.
Soal jenis konten, data global berbeda per mesin, dan ini bukan data brand klien. BrightEdge (17 Mei sampai 2 Agustus 2026, lima platform sosial, sembilan industri, Google AI Overviews dan ChatGPT) mencatat Instagram Reels menyumbang 89% sitasi Instagram di Google AI Overviews tetapi 27% di ChatGPT, sedangkan di ChatGPT halaman profil dan halaman perusahaan lebih dominan, misalnya sekitar 80% sitasi LinkedIn. Tinuiti mencatat sebagian besar platform AI berada di dekat titik tertinggi pangsa sitasi sosial pada Q3 2026, dengan Perplexity sebagai pengecualian. Keduanya vendor, dan BrightEdge tidak mencakup Google AI Mode.
Apa yang Belum Bisa Disimpulkan dari Data Ini?
Data ini belum bisa menyimpulkan bahwa akun resmi brand tidak berguna, bahwa tayang di media tertentu menjamin dikutip AI, atau bahwa pola yang sama berlaku untuk brand lain, karena sampelnya hanya satu brand, 10 prompt, dan tiga run.
Temuan tanpa akun resmi di antara 20 akun hanya menjelaskan apa yang dikutip, bukan apa yang terjadi bila akun resmi diperkuat. Hipotesis itu perlu diuji lewat satu eksperimen kecil sebelum dijadikan keputusan anggaran.
Temuan ChatGPT juga perlu dibaca secara cermat. Lima prompt menyebut nama brand, sehingga halaman resmi lebih mungkin dipilih, dan angka ini tidak bisa dibandingkan langsung dengan analisis yang menghitung seluruh penyebutan brand di AI search. Arahnya searah dengan data Yotpo dan BuzzStream di atas, tetapi sampel 15 sumber terlalu kecil untuk dijadikan aturan.
Terakhir, komposisi sumber bergerak. Jumlah media di Google AI Mode saja berubah antar run, dan laporan Tinuiti Q3 2026 mencatat pangsa sitasi sosial mendekati rekor di sebagian besar platform, kecuali Perplexity. Satu pengukuran adalah foto sesaat, jadi ukur ulang secara berkala per platform.
Pertanyaan Apa yang Perlu Dibawa ke Rapat Anggaran dan Tim?
Tiga pertanyaan cukup untuk memulai: siapa penanggung jawab tiap kelompok sumber, apa yang diukur untuk tiap kelompok, dan apa yang dikirim ke tiap penanggung jawab supaya sumber kutipan AI search tentang brand Anda konsisten.
- Siapa penanggung jawab tiap kelompok? Halaman brand biasanya digarap tim website atau SEO, dan media oleh tim PR. Akun kreator, kanal ulasan, dan akun penjual berada di luar kendali langsung, jadi tentukan siapa yang menjaga hubungan dan memantau kutipannya.
- Apa yang diukur untuk tiap kelompok? Ukur per platform, jangan digabung, karena satu angka gabungan menyembunyikan perbedaan yang terlihat di tabel di atas.
- Apa yang dikirim ke tiap penanggung jawab? Informasi resmi seperti harga, tempat beli, dan penjelasan fitur sebaiknya sampai ke ketiga kelompok, supaya yang dikutip ulang oleh media, kreator, dan penjual sama dengan yang tertulis di halaman resmi.
FAQ Seputar Sumber Kutipan AI Search
Apakah ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Mode mengutip sumber yang sama?
Tidak. Pada pengukuran satu brand klien, Perplexity paling banyak mengutip media pihak ketiga, Google AI Mode paling banyak mengutip akun sosial, dan ChatGPT hampir hanya mengutip halaman milik brand. Data global dari Yotpo menunjukkan arah serupa, yaitu Google AI Mode mengutip konten sosial dan UGC sekitar 14% dibanding sekitar 4% untuk ChatGPT. Karena itu sumber kutipan AI search perlu diukur per platform.
Apakah PR di media masih perlu untuk sumber kutipan AI search?
Masih, tetapi dampaknya berbeda per platform. Pada sampel ini media pihak ketiga paling banyak muncul di Perplexity (56% URL), sebagian di Google AI Mode (23%), dan tidak ada di ChatGPT. Data ini tidak membuktikan bahwa satu liputan menjamin dikutip. Yang bisa dipetakan adalah media mana yang muncul untuk jenis pertanyaan apa.
Apakah akun sosial resmi brand sudah cukup?
Data ini belum bisa menjawabnya. Dari 20 akun sosial yang tercatat, tidak satu pun akun resmi brand, dan sebagian besar milik kreator, kanal ulasan, dan media. Itu temuan tentang apa yang dikutip, bukan uji apakah akun resmi berguna. Data BrightEdge menunjukkan ChatGPT lebih sering mengutip halaman profil, jadi akun resmi layak diuji lewat eksperimen kecil.
Apakah temuan ini berlaku untuk semua brand di Indonesia?
Tidak. Angkanya berasal dari satu brand klien, 10 prompt berbahasa Indonesia, tiga platform, dan tiga run pada Oktober 2026. Komposisi sumber kutipan AI search juga bergeser antar periode, sehingga hasil untuk brand lain bisa berbeda. Pakai artikel ini sebagai peta untuk mulai mengukur brand Anda sendiri, bukan sebagai angka pasar.
Langkah Berikutnya
Sumber kutipan AI untuk brand Anda mungkin berbeda dari data ini.
Diskusikan bersama saya cara memetakan sumber kutipan brand Anda di tiap platform AI, dan siapa yang perlu menggarap tiap kelompok sumber.
Artikel Terkait:
- Apa itu GEO (Generative Engine Optimization)? Panduan Lengkap untuk Brand Indonesia
- Perbedaan SEO, AEO, dan GEO: Evolusi Visibilitas Brand di Era AI Search
- Dua Jalur Agar Brand Direkomendasikan AI: Mana yang Cepat, Mana yang Lebih Bertahan
- Kenapa Press Release Anda Tidak Pernah Dikutip AI Search dan Apa Gantinya?
Tentang Penulis:
Chandra Purnama adalah AI Search Strategist dan Co-Founder Medialab Strategi Nusantara. Ia memimpin transformasi SEO ke GEO untuk Samsung Electronics Indonesia dan menjadi Media & Communications Advisor di DPR RI. Fokusnya: membantu brand Indonesia mendapatkan visibilitas dan sitasi di platform AI seperti ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Overview.

Leave a Reply